Instalasi Linux Debian di VirtualBox

Nama                 : Mayang Enjelina Sari

Kelompok          : Kelompok 2

Asal Sekolah      : Smkn 01 Simpang Pematang
 

Langkah-langkah Menginstal Linux Debian di VirtualBox

1. Buka VirtualBox, kemudian klik "New", Maka tampilannya akan seperti dibawah ini


2. Selanjutnya masukkan "Nama : Debian 10", "Type : Linux", dan "Version : Debian (64-bit) atau Debian (32-bit)" dan klik Next


3. Kemudian atur "Memory Size" sesuai Laptop Kalian dan klik Next

4. Selanjutnya pilih "Create a virtual hard disk now" dan klik create

5. Kemudian pada "Hard disk file type", pilih "VDI (Virtual Disk Image) dan klik Next

6. Pada "Storage on physical hard disk" pilih "Dynamically allocated" dan klik next

7.
Kemudian pilih ukuran hard disk nya. Disini saya memilih ukuran hard disk nya 15 GB  lalu klik create

8. Dan jika sudah maka tampilannya akan seperti dibawah ini. Dan kemudian klik "Setting"


9. Maka tampilannya akan seperti dibawah ini. Kemudian klik pada "storage" kemudian klik pada "Empty" kemudian klik icon yang bergambar CD dan pilih file iso debiannya.

10. Maka pada bagian "Empty" akan berubah menjadi file iso Debian. Klik OK

11. Kemudian  setting networknya dengan cara klik pada bagian "Network" kemudian setting networknya seperti gambar dibawah ini. Jika  sudah klik OK.


12. Setting Systemnya dengan cara klik pada bagian "System" kemudian setting systemnya seperti gambar dibawah ini. kemudian klik OK.

13. Kembali ke halaman awal VirtualBox dan klik "Start"

14. Klik Install (Command Line) atau Graphical install (Graphic User). Saya memilih opsi kedua untuk mempercepat penginstalan.

15. Pilih bahasa yang diinginkan.

16. Aturlah locale ke United  States-en US.UTF-8

17.  Sesuaikan tata letak (Layout) keyboard anda.

18. Kemudian klik dan pilih YES

19. Hostname-nya biarkan secara default (Hostname ini berfungsi sebagai identitas sistem saat terhubung ke jaringan)



20.  Buatlah kata sandi untuk User Root (disarankan yang mudah diingat)

21. Masukkan ulang kata sandi tadi.

22. Buatlah akun pengguna sebagai akun root untuk aktifitas non-administratif (disarankan menggunakan nama lengkap)


23. Buatlah Username untuk akun tersebut menggunakan huruf kecil (disarankan nama depan)

24. Setelah itu buatlah kata sandinya.

25. Masukkan ulang kata sandi.

26. Aturlah zona waktu sesuai tempat anda.

27. Pilih Guided-use entire disk, agar sistem yang menentukan besar kapasitas logical primary dan swap-nya

28. Pilih disk yang kita buat tadi untuk dipartisi.

29. Pilih All files in one partition (recomended for new users)

30. Berikut besar ukuran logical primary dan swap yang ditentukan sistem, kemudian klik finish partitioning and write changes to disk


31. Persetujuan menulis perubahan kedalam disk , klik yes


32. Tunggu Loading-nya

33. Klik no untuk scan another CD or DVD

34. Meminta persetujuan menggunakan network mirror. klik no.


35. Persetujuan berDepartisipasi kedalam survey pengguna, silahkan anda tentukan sendiri.

36. Karena akan difungsikan sebagai server, saya hanya menginstal Debian desktop enviroment (Mode GUI Debian) dan Standard System utilites (mode CLI Debian). selain itu akan diinstal terpisah, setelah proses instalasi selesai.

37. Tunggu Loading-nya selesai.

38. Klik yes, untuk menginstal GRUB boot loader (Program yang tertanam dalam sistem, bertugas untuk memanggil Sistem Operasi yang akan dijalankan ketika perangkat dinyalakan) memberikan pilihan OS mana yang ingin dipanggil untuk BOOT.

39. Setelah itu pilih /dev/sda (ata-VBOX_HARDDISK_VBbc7e20be-84b72df6)

40. Tunggu Proses penginstalan GRUB boot loader-nya

41. Proses Instalasi selesai. Untuk me-reboot VM, klik Continue.

42. Setelah itu masukkan nama pada debian login dengan nama yang sudah kita buat  dan masukkan password, maka akan muncul seperti gambar di bawah ini


Komentar